Kesiapsiagaan Sekolah dalam Menghadapi Bencana Hidrometeorologi : Pelajaran dari Banjir Bandang Aceh Tamiang 2025

Isi Artikel Utama

Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang
Institut Agama Islam Negeri Langsa
Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang
Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana banjir bandang serta dampaknya terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian meliputi tiga kecamatan terdampak berat, yaitu Tamiang Hulu, Karang Baru, dan Manyak Payed. Informan penelitian berjumlah 37 orang yang terdiri atas kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan pejabat dinas pendidikan, yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan sekolah sebelum bencana berada pada kategori sangat rendah, ditandai dengan tidak adanya protokol evakuasi, sistem peringatan dini, maupun pelatihan simulasi bencana. Dampak banjir bandang terhadap pendidikan bersifat multidimensional, meliputi kerusakan infrastruktur sekolah, terhentinya proses pembelajaran, hilangnya dokumen pendidikan, serta munculnya trauma psikologis pada peserta didik. Respons darurat dan upaya pemulihan pembelajaran masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan koordinasi, fasilitas, dan akses terhadap peserta didik yang mengungsi.


Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kesiapsiagaan sekolah melalui integrasi Disaster Risk Reduction dalam kebijakan dan praktik pendidikan. Rekomendasi utama meliputi penyusunan rencana kesiapsiagaan sekolah, digitalisasi data pendidikan, integrasi pendidikan kebencanaan dalam kurikulum, serta pembangunan infrastruktur sekolah yang tangguh bencana. Dengan demikian, sistem pendidikan diharapkan menjadi lebih adaptif dan mampu menjamin keberlangsungan pembelajaran dalam situasi darurat.

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2017). Buku pedoman latihan kesiapsiagaan bencana. BNPB.

Global Alliance for Disaster Risk Reduction and Resilience in the Education Sector. (2017). Comprehensive school safety framework. GADRRRES.

Hanifah, Dian Dwiana Maydinar, Marlin Sutrisna. (2024). Pengaruh Make A Match Method Terhadap Pengetahuan Kesiapsiagaan Banjir Pada Siswa SDN 89

https://doi.org/10.31004/jkt.v5i1.19232

Inter-Agency Network for Education in Emergencies (INEE). (2010). Minimum standards for education: Preparedness, response, recovery. INEE.

Inter-Agency Standing Committee. (2007). Guidelines on mental health and psychosocial support in emergency settings. IASC.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Cambridge University Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan satuan pendidikan aman bencana. Kemendikbud.

Masten, A. S. (2014). Ordinary magic: Resilience in development. Guilford Press.

Mudhofar, M. N., Mu’awanah, M., Purnomo, H., & Normawati, A. T. (2022). Intervensi kesiapsiagaan bencana dalam peningkatan pengetahuan siswa. Jurnal Keperawatan, 14(2).

Norris, F. H., Friedman, M. J., Watson, P. J., Byrne, C. M., Diaz, E., & Kaniasty, K. (2002). 60,000 disaster victims speak: Part I. Psychiatry, 65(3), 207–239.

Nurfadilah, N., & Darsono, D. R. (2021). Pendidikan kebencanaan pada lembaga PAUD rawan banjir di Jakarta Pusat. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 6(1). https://doi.org/10.36722/sh.v6i1.637

Nurmansyah, M., & Buanasasi, A. (2019). Pengaruh pendidikan kebencanaan banjir bandang terhadap kesiapsiagaan mahasiswa. Jurnal Keperawatan, 7(1). https://doi.org/10.35790/jkp.v7i1.25205

Palupi, H. S., Masution, M. W., Rida, P. A., & Meliyani, M. (2019). Analisis tingkat kesiapan guru dalam menerapkan materi kebencanaan. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 3(2). https://doi.org/10.29408/geodika.v3i2.1751

Purwani, A., & Nurfadilah, N. (2018). Kesiapsiagaan lembaga pendidikan anak usia dini dalam menghadapi bencana banjir. Jurnal AUDHI.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Reza, M., Humaira, N., Anida, A., Fitri, M. S., & Faulinda, S. (2024). Sekolah tangguh bencana: Pendampingan literasi kebencanaan bagi siswa dan guru. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. https://doi.org/10.63822/yjqqxj64

Sari, R. V., Ketaren, O., Tarigan, F., Nababan, D., & Sitorus, M. E. (2020). Tingkat kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir pada sekolah dasar. Jurnal Semesta Sehat, 1(2). https://doi.org/10.58185/j-mestahat.v1i2.81

Trifianingsih, D., Sitompul, D. R., & Rahman, A. (2025). Edukasi kebencanaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa sekolah dasar. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(9), 2050–2057. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i9.9428

UNICEF. (2017). Education in emergencies. UNICEF.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. UNDRR.

Wijayaningsih, K. S., & Tawil, S. (2023). Upaya peningkatan tanggap bencana melalui simulasi kebencanaan. Jurnal Abmas Negeri, 5(2). https://doi.org/10.36590/jagri.v5i2.1314

World Health Organization. (2013). Building back better: Sustainable mental health care after emergencies. WHO Press.