Pengembangan Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Landasan Teologis dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih didominasi oleh metode hafalan dan ceramah. Di MTs As-Syukroniah, pembelajaran PAI telah berbasis pada Al-Qur’an dan hadis, namun pemanfaatan landasan teologis masih bersifat normatif dan belum terintegrasi secara optimal dalam strategi pembelajaran yang mendorong berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan landasan teologis dalam pembelajaran PAI, mengembangkan strategi pembelajaran berbasis teologis, serta menganalisis peningkatan HOTS peserta didik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru PAI, peserta didik, dan kepala madrasah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan strategi pembelajaran PAI berbasis landasan teologis melalui tahapan stimulasi dalil, eksplorasi makna, analisis kontekstual, diskusi kritis, dan kreasi solusi mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan HOTS siswa, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi.
Dengan demikian, strategi pembelajaran PAI berbasis landasan teologis dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik secara kontekstual dan bermakna.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. New York: Longman.
Arifin, Z. (2014). Evaluasi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.
Daryanto. (2013). Strategi dan tahapan mengajar. Bandung: Yrama Widya.
Fathurrohman, M. (2015). Model-model pembelajaran inovatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Huda, M. (2013). Model-model pengajaran dan pembelajaran: Isu-isu metodis dan paradigmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Majid, A. (2014). Strategi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2009). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Nata, A. (2010). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
Nurhadi. (2018). Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Jakarta: Bumi Aksara.
Prastowo, A. (2017). Pengembangan bahan ajar tematik. Yogyakarta: Diva Press.
Rusman. (2017). Belajar dan pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sani, R. A. (2019). Pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills). Jakarta: Bumi Aksara.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2015). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suprijono, A. (2016). Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Trianto. (2014). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Zuhairini. (2015). Sejarah pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.